MPASI dan Makanan Rumahan

Tak terasa Khalif sudah berusia 8m, sudah mengkonsumsi mpasi, dan alhamdulillah saya masih konsisten dan memaksakan untuk memberikan mpasi rumahan seperti saat Kakaknya, Azka dulu. Saya sebut memaksakan karena  kadang dengan alasan kepraktisan dan tak ada waktu ingin memberinya makanan instan untunglah 7 tahun belajar kimia dan sempat kerja di laboratorium pangan menguatkan konsistensi saya memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Tak ada alasan tidak ada waktu karena bekerja atau apapun.
Saya lebih percaya mpasi rumahan karena kandungan dan kualitas gizinya lebih terjamin. Ini penting karena gizi untuk tumbuh kembang fisik dan otaknya.

Sebenarnya saya bukan mama yang hobi masak tak heran jika saya jarang bereksperimen dengan masak ini itu. Masakan yang biasa tersaji di meja makan selalu resep standar dan berputar itu itu saja. Untunglah suami tidak banyak protes – terima kasih atas pengertiannya Abi.

Walaupun tak hobi masak saya bukan pengkonsumsi rutin makanan instan olahan seperti chicken nugget, sosis baso, mie instan dsb. Tak heran makanan olahan itu tak jadi prioritas di daftar belanja bulanan kalaupun membeli pasti jumlahnya sedikit dan tidak mengulang membeli di saat habis. Ini memang aturan yang saya buat untuk membatasi asupan konsumsi instan food terutama untuk Azka.



Azka kenal ayam goreng buatan resto cepat saji saat berumur 2.5 tahun, kenal chicken nugget olahan pabrik saat usia 3 tahun (tapi saat umur Azka 2 tahun saya mulai bereksperimen membuat chicken nugget sendiri), makan sosis dan baso olahan 2 tahun.  Dan sampai saat ini Azka tidak terlalu interest dengan makanan – makanan itu selain saya batasi konsumsinya juga saya nasehatkan pada Azka kenapa konsumsi makanan – makanan tersebut tidak boleh banyak dan sering. 

Azka lebih suka chicken nugget bikinan saya walaupun bentuknya gak jelas banget hehe tapi soal rasa suamipun memujinya. 


Adanya bahan kimia pada beragam makanan olahan pabrik (menambah rasa msg, pengawet, pewarna, pemadat –emulsifier dsb cukup membuat kerja hati anak-anak bekerja ekstra keras selain efek negatif lain yang dari bahan-bahan kimia itu pada organ atau metabolisme tubuh. 

Jika pun harus terpaksa mengkonsumsi makanan olahan selain tidak terlalu sering sebaiknya pilih dari pabrik yang cukup terkenal karena kualitasnya dan biasanya harga lebih mahal. Tapi itu bukan masalah bukan? Lebih baik hemat di pos lain di banding hemat soal makanan anak.